Gilbert, Juan (2025) REKAYASA PENGURAIAN KEPADATAN LALU LINTAS PADA SIMPANG TANPA SINYAL(STUDI KASUS: JALAN URIP SUMOHARJO, JALAN GUNUNG BAWAKARAENG, JALAN MASJID RAYA DAN JALAN MACCINI BARU). Bachelor (Sarjana/S1) thesis, Universitas Atma Jaya Makassar.
COVER.pdf - Cover Image
Download (426kB)
BAB I.pdf - Draft Version
Download (155kB)
BAB II.pdf - Draft Version
Download (160kB)
BAB III.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (553kB)
BAB IV.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
BAB V.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (620kB)
BAB VI.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography
Download (142kB)
Abstract
JUAN GILBERT. Rekayasa Penguraian Kepadatan Lalu Lintas Pada Simpang Tanpa Sinyal (Studi Kasus: Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Gunung Bawakaraeng, Jalan Masjid Raya Dan Jalan Maccini Baru).(dibimbing oleh Mursalim dan Hendry Tanoto Kalangi).
Kepadatan lalu lintas pada simpang tanpa sinyal seringkali menyebabkan kemacetan dan menurunkan kinerja jaringan transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang persimpangan agar panjang antrian kendaraan dapat berkurang. Studi kasus dilakukan pada simpang Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Gunung Bawakaraeng, Jalan Masjid Raya dan Jalan Maccini Baru.
Jenis penelitian ini bersifat studi kasus dengan menggunakan metode kuantitatif . Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan untuk mengumpulkan data geometrik persimpangan, volume lalu lintas, dan kecepatan lalu lintas.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan software vissim dapat membantu merancang pengurangan kepadatan lalu lintas pada simpang tanpa sinyal. Ditemukan bahwa kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama pada jam puncak sore (menggunakan jalan masuk SPBU) adalah Queue Counter 1 (Jalan Masjid Raya-Jalan Urip Sumoharjo) sepanjang 167m dan pada Queue Counter 2 (Jalan Masjid Raya-Jalan Gunung Bawakaraeng) sepanjang 262m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tipe jalan dari 4/2 D menjadi 6/2 D dapat mengurangi panjang antrian kendaraan. Dengan menggunakan fitur Queue Counter dalam Software Vissim adalah Queue Counter 1 (Jalan Masjid Raya-Jalan Urip Sumoharjo) sepanjang 108m dan pada Queue Counter 2 (Jalan Masjid Raya-Jalan Gunung Bawakaraeng) sepanjang 182m. Solusi ini dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kinerja jaringan transportasi di daerah tersebut.
Kata Kunci: Rekayasa Lalu Lintas, Simpang Tanpa Sinyal, Software Vissim dan Panjang Antrian
| Item Type: | Thesis (Bachelor (Sarjana/S1)) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Angelica Tri Novena |
| Date Deposited: | 12 May 2026 08:55 |
| Last Modified: | 12 May 2026 08:55 |
| URI: | https://eprints.uajmks.ac.id/id/eprint/13 |
