Kenji, Alexander (2025) ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN AKIBAT PENURUNAN KECEPATAN DI JALAN SULTAN ALAUDDIN MAKASSAR (STUDI KASUS: JALAN MONUMEN EMMY SAELAN – JALAN TALA’SALAPANG). Bachelor (Sarjana/S1) thesis, Universitas Atma Jaya Makassar.
COVER.pdf - Cover Image
Download (1MB)
BAB I.pdf - Draft Version
Download (148kB)
BAB II.pdf - Draft Version
Download (363kB)
BAB III.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (717kB)
BAB IV.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
BAB V.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (972kB)
BAB VI.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography
Download (8kB)
Abstract
ALEXANDER KENJI. Analisis Biaya Operasional Kendaraan Akibat Penurunan Kecepatan Di Jalan Sultan Alauddin Makassar. (dibimbing oleh Mursalim dan Vinsensia Paola Prattyni).
Penurunan kecepatan adalah proses berkurangnya laju gerak suatu benda terhadap waktu yang dikenal juga sebagai perlambatan. Situasi ini dapat menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan, baik secara ekonomi maupun non ekonomi, seperti pemborosan bahan bakar dan hilangnya waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya operasional kendaraan (BOK) yang dikeluarkan oleh pengguna jalan pada saat terjadi penurunan kecepatan dibandingkan dengan kondisi lalu lintas lancar.
Pada penelitian ini untuk menghitung variabel biaya tidak tetap, menggunakan metode yang disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum tahun 2005, yang terdiri dari bahan bakar, oli, suku cadang, biaya perawatan, dan konsumsi ban. Sedangkan untuk menghitung biaya tetap, menggunakan metode PCI (Pacific Consultant Internastional), yang terdiri dari biaya penyusutan (depresiasi), biaya awak kendaraan, biaya asuransi, dan biaya suku bunga mobil.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa besaran BOK yang dikeluarkan akibat penurunan kecepatan total dari jenis kendaraan MP pada pagi hari sebesar Rp7.068,28/km, siang hari sebesar Rp7.937,86/km, dan sore hari sebesar Rp9.750,21/km. Dari jenis kendaraan KS pada pagi hari sebesar Rp13.475,56/km, pada siang hari sebesar Rp13.764,4/km, dan pada sore hari sebesar Rp15.651,02/km. Sedangkan dari jenis kendaraan TB pada pagi hari sebesar Rp16.079,7/km, pada siang hari sebesar Rp17.010,52/km, dan pada sore hari sebesar Rp20.648,39/km. Biaya operasional kendaraan pada saat volume lalu lintas tertinggi arah Utara-Selatan adalah untuk MP sebesar Rp5.127,28/km, KS sebesar Rp8.058,73/km, dan TB sebesar Rp10.850,02/km. Sedangkan biaya operasional kendaraan pada saat volume lalu lintas tertinggi arah Selatan-Utara adalah untuk MP sebesar Rp4.622,93/km, KS sebesar Rp7.592,29/km, dan TB sebesar Rp9.798,37/km. Besarnya perbandingan penurunan kecepatan untuk MP total dua arah sebesar 73%, KS sebesar 72%, dan TB sebesar 74%.
Kata kunci: Volume Lalu Lintas, Biaya Operasional Kendaraan, Penurunan Kecepatan, Geometrik Jalan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor (Sarjana/S1)) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Angelica Tri Novena |
| Date Deposited: | 12 May 2026 09:34 |
| Last Modified: | 12 May 2026 09:34 |
| URI: | https://eprints.uajmks.ac.id/id/eprint/27 |
