PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN PENGGUNAAN KERIKIL SUNGAI SADANG DAN SUNGAI JENEBERANG

Tomba, Mutiara Putri (2025) PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN PENGGUNAAN KERIKIL SUNGAI SADANG DAN SUNGAI JENEBERANG. Bachelor (Sarjana/S1) thesis, Universitas Atma Jaya Makassar.

[thumbnail of Lembar Pengesahan, Prakata, Abstrak, dan Daftar Isi] Text (Lembar Pengesahan, Prakata, Abstrak, dan Daftar Isi)
COVER.pdf - Cover Image

Download (1MB)
[thumbnail of Pendahuluan] Text (Pendahuluan)
BAB I.pdf - Draft Version

Download (642kB)
[thumbnail of Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori] Text (Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori)
BAB II.pdf - Draft Version

Download (1MB)
[thumbnail of Metode Penelitian] Text (Metode Penelitian)
BAB III.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only

Download (935kB)
[thumbnail of Hasil dan Pembahasan] Text (Hasil dan Pembahasan)
BAB IV.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of Penutup] Text (Penutup)
BAB V.pdf - Draft Version
Restricted to Repository staff only

Download (295kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (294kB)

Abstract

MUTIARA PUTRI TOMBA. Perbandingan Kuat Tekan Beton Terhadap Penggunaan Kerikil Sungai Sadang dan Sungai Jeneberang. (dibimbing oleh Mursalim dan Hendry Tanoto Kalangi).
Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi karena memiliki kekuatan tekan yang baik dan daya tahan yang tinggi. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu beton adalah jenis dan kualitas kerikil yang digunakan. Di Sulawesi Selatan, kerikil dari Sungai Sadang dan Sungai Jeneberang sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran beton. Namun, perbedaan kondisi alam dan jenis batuan dari kedua sungai tersebut dapat memengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuat tekan beton yang menggunakan kerikil dari Sungai Sadang dan Sungai Jeneberang, dengan batasan penelitian pada beton normal mutu K-250 atau f’c =20,75MPa.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium dengan membuat benda uji berbentuk kubus berukuran 15 × 15 × 15 cm dan silinder berdiameter 15 cm serta tinggi 30 cm. Campuran beton yang digunakan memiliki perbandingan 1 : 2 : 3 (semen : pasir : kerikil). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari. Nilai slump yang diperoleh yaitu 90 mm untuk beton dengan kerikil dari Sungai Jeneberang dan 80 mm untuk beton dengan kerikil dari Sungai Sadang.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan beton terus meningkat seiring dengan bertambahnya umur beton. Pada umur 28 hari, beton yang menggunakan kerikil dari Sungai Sadang memiliki kuat tekan sebesar 20,09MPa, sedangkan beton dengan kerikil dari Sungai Jeneberang sebesar 19,12MPa. Secara umum, beton dengan kerikil Sungai Sadang menunjukkan hasil yang lebih baik. Hal ini dipengaruhi oleh sifat kerikilnya yang lebih keras, padat, dan bersudut tajam, sedangkan kerikil dari Sungai Jeneberang cenderung lebih kasar dan berpori karena berasal dari material vulkanik. Dengan demikian, implilasi dari penelitian ini baik kerikil dari Sungai Sadang maupun Sungai Jeneberang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pekerjaan konstruksi di lapangan dan meningkatkan efisiensi material lokal.

Kata kunci: Beton, Kuat Tekan, Kerikil, Sungai Sadang, Sungai Jeneberang

Item Type: Thesis (Bachelor (Sarjana/S1))
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Angelica Tri Novena
Date Deposited: 12 May 2026 09:41
Last Modified: 12 May 2026 09:41
URI: https://eprints.uajmks.ac.id/id/eprint/34

Actions (login required)

View Item
View Item